Perpusnas RI Dorong Perpustakaan di Kabupaten Malang Tingkatkan Mutu Lewat Akreditasi


 


MALANG — Pengembangan perpustakaan membutuhkan arah dan perencanaan yang jelas agar keberadaannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi. Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Gedung BAPPEDA Malang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan  Dr. Hartono, SS., M.Hum., Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sebagai narasumber. Peserta berasal dari unsur perpustakaan khusus dan perpustakaan sekolah di Kabupaten Malang. Turut hadir M. Purwoko, pustakawan BRMP Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Dr. Hartono menekankan pentingnya perpustakaan memiliki road map atau peta jalan pengembangan perpustakaan. Dokumen tersebut menjadi rencana strategis jangka panjang yang memuat panduan, tahapan, serta arah kebijakan pengembangan perpustakaan.

Peta jalan tersebut diperlukan untuk mendorong transformasi perpustakaan dari fungsi konvensional sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku menjadi pusat literasi yang berbasis inklusi sosial dan digital.

“Pengembangan perpustakaan harus dilakukan secara terencana. Ada arah yang jelas, tahapan yang harus dicapai, dan indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan perpustakaan,” menjadi pokok materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Enam Aspek Pengembangan

Dalam penyusunan peta jalan pengembangan perpustakaan, terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama, koleksi, meliputi penambahan jumlah, keragaman, serta kemutakhiran koleksi, baik dalam bentuk buku cetak maupun digital.

Kedua, sarana dan prasarana. Perpustakaan perlu memiliki gedung dan ruang baca yang nyaman serta didukung fasilitas teknologi informasi sesuai kebutuhan pemustaka.

Ketiga, pelayanan. Peningkatan mutu layanan menjadi bagian penting, termasuk layanan sirkulasi, referensi, hingga akses terhadap sumber informasi digital.

Keempat, tenaga perpustakaan. Kompetensi pustakawan dan tenaga perpustakaan perlu terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan profesi dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Kelima, aspek penyelenggaraan yang berkaitan dengan kejelasan status kelembagaan, legalitas, serta kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).

Sedangkan aspek keenam adalah pengelolaan, yang mencakup sistem manajemen, administrasi, serta dukungan pendanaan yang dilakukan secara akuntabel.


Akreditasi Jadi Momentum Pembenahan

Enam aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan. Dengan adanya peta jalan, pengembangan tidak dilakukan secara sporadis, tetapi dapat disusun berdasarkan prioritas dan target yang hendak dicapai.

Bagi perpustakaan sekolah, pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi perpustakaan dalam mendukung proses pembelajaran. Sementara bagi perpustakaan khusus, peningkatan kualitas pengelolaan dan layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan informasi lembaga dan pemustaka.

Kegiatan sosialisasi dan advokasi akreditasi ini sekaligus menjadi momentum bagi pengelola perpustakaan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi masing-masing perpustakaan. Berbagai kekurangan dapat dipetakan untuk kemudian dimasukkan dalam rencana pengembangan secara bertahap.

Dengan demikian, akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Perpustakaan yang memiliki perencanaan pengembangan yang jelas diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang yang semakin terbuka, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pemustaka.

Melalui penguatan koleksi, sarana prasarana, layanan, kompetensi tenaga perpustakaan, kelembagaan, dan tata kelola, perpustakaan di Kabupaten Malang diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan era digital sekaligus menjalankan fungsi literasi berbasis inklusi sosial.

#ayo ke perpustakaan BRMP Jatim
#Pustakawan Bergerak, Literasi Menguat, Perpustakaan Berdampak.
#Jangan hanya menjaga koleksi, mari ciptakan inovasi dan transformasi perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar