Malang 2 Februari 2026.Upaya penguatan literasi tidak hanya dilakukan di ruang perpustakaan atau lingkungan pendidikan formal. Hal inilah yang dilakukan Koko, pustakawan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur, dengan turun langsung ke lapangan untuk berbagi literasi berbentuk buku kepada para petani di Kecamatan Wonosari, kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang.
Kegiatan berbagi buku ini menyasar para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian. Buku-buku yang disalurkan berisi berbagai informasi dan pengetahuan terkait pertanian, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan lahan, inovasi pertanian, hingga bacaan pendukung yang dapat menambah wawasan dan keterampilan petani.
Menurut Koko, literasi memiliki peran penting dalam mendukung penerapan modernisasi pertanian. Buku dapat menjadi sumber pengetahuan yang mudah diakses, dipelajari secara mandiri, dan diterapkan langsung dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
“Melalui buku, petani dapat memperoleh informasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Harapannya, literasi ini dapat membantu meningkatkan pemahaman serta mendukung pengambilan keputusan di lapangan,” ungkapnya.
Para petani di Wonosari menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai keberadaan buku-buku pertanian sangat membantu sebagai referensi tambahan, terutama dalam menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks dan dinamis.
Kegiatan berbagi literasi ini menjadi bagian dari komitmen Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian dalam memperkuat sumber daya manusia pertanian. Melalui peran pustakawan, pengetahuan dan inovasi pertanian diharapkan dapat menjangkau langsung petani, sehingga modernisasi pertanian dapat diterapkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Literasi tumbuh, pertanian maju. 🌱📖

Tidak ada komentar:
Posting Komentar