BATU 24-9-2026— Tak harus berada di balik meja perpustakaan untuk berbicara tentang buku dan pengetahuan. Di tengah hamparan tanaman sayuran Desa Torongrejo, Kota Batu, Mas Koko, pustakawan BRMP Jatim, justru menemukan ruang baru untuk menyebarkan semangat literasi pertanian.
Melalui program SUPERMAN (Supporting Program Kementerian Pertanian), Mas Koko menyambangi Masqut, seorang petani sayuran di Desa Torongrejo. Keduanya berdialog langsung mengenai aktivitas pertanian, pengalaman di lahan, serta pentingnya akses terhadap informasi dan pengetahuan bagi petani.
Suasana pertemuan berlangsung santai. Tidak ada sekat antara pustakawan dan petani. Yang ada adalah percakapan tentang kehidupan pertanian yang berlangsung dari lahan ke lahan.
Masqut berbagi cerita mengenai aktivitasnya sebagai petani sayuran. Sementara Mas Koko membawa perspektif dari dunia literasi pertanian, bahwa informasi yang tepat dapat menjadi salah satu modal penting bagi petani untuk terus belajar dan berkembang.
“Pustakawan tidak hanya bertugas mengelola buku di perpustakaan. Kami juga perlu hadir di tengah masyarakat untuk mengetahui kebutuhan informasi mereka,” ujar Mas Koko.
Perpustakaan Turun ke Lahan
Kegiatan SUPERMAN menjadi salah satu bentuk pendekatan Perpustakaan BRMP Jatim dalam memperluas jangkauan layanan literasi pertanian.
Selama ini, perpustakaan kerap dipandang sebagai tempat untuk mencari buku dan membaca. Namun, perkembangan teknologi informasi membuat peran perpustakaan semakin luas. Pustakawan dituntut mampu menjadi penghubung antara sumber informasi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi petani, informasi tersebut dapat berkaitan dengan teknologi budidaya, pengelolaan tanaman, inovasi pertanian, hingga berbagai pengetahuan praktis yang dapat mendukung kegiatan usaha tani.
Karena itu, kunjungan langsung ke petani menjadi bagian penting untuk memahami kebutuhan tersebut.
“Kita ingin literasi pertanian tidak berhenti di rak buku. Pengetahuan harus bisa sampai kepada petani dan memberikan manfaat di lapangan,” kata Mas Koko.
Dari Percakapan Sederhana
Bagi Masqut, kedatangan Mas Koko menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sebagai petani. Sementara bagi Mas Koko, pertemuan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai realitas yang dihadapi petani.
Percakapan sederhana itu menunjukkan bahwa literasi bukan hanya persoalan membaca. Literasi juga berarti mau mendengar, bertukar pengalaman, mencari informasi, dan terus belajar.
Dari Torongrejo, semangat tersebut terus dibangun.
SUPERMAN hadir dengan gagasan sederhana: mendekatkan pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan. Perpustakaan menjadi jembatan, pustakawan menjadi penghubung, dan petani menjadi bagian penting dari ekosistem pengetahuan pertanian.
Menanam Pengetahuan, Memanen Manfaat
Hamparan sayuran di Torongrejo menjadi saksi bahwa kegiatan literasi dapat hadir dalam bentuk yang sederhana. Sebuah kunjungan, sebuah percakapan, dan pertukaran informasi dapat menjadi awal tumbuhnya pengetahuan baru.
Bagi Mas Koko, setiap pertemuan dengan petani adalah kesempatan untuk memperkuat hubungan antara perpustakaan dan dunia pertanian.
Sebab, seperti halnya tanaman yang membutuhkan perawatan agar tumbuh subur, pengetahuan juga membutuhkan proses untuk dipelajari, diterapkan, dan dibagikan.
Dari Torongrejo, pesan SUPERMAN pun sederhana:
“Menanam bukan hanya benih di tanah, tetapi juga pengetahuan untuk masa depan pertanian.”

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar